Maraknya tukang parkir dijalan bukan lagi sesuatu hal yang aneh. Ada faktor positif dan negatif dari adanya tukang parkir jalanan ini. Sebenarnya tukang parkir akan sangat membantu bilamana tempat antara parkir dan tujuan lumayan jauh dan menyebabkan kita kesulitan untuk mengontrol kendaraan…namun saat ini banyak sekali tukang parkir yang ‘ngetem’ persis didepan tujuan, misalnya di warung-warung makan pinggir jalan…sebenarnya lebih tepat dibilang tenda pinggir jalan. Nah tukang parkir macam ini nih yang kurang penting keberadaannya. Bahkan terkadang orangnya tidak turun dari kendaraanpun tetap saja diminta duit parkirnya, weleh2…entah ga tau malu atau daripada lapar
Memang jaman sekarang tambah banyak saja pengemis yang caranya lebih halus…misalnya pengamen yang cuma nyanyi tidak sampai satu bait lagu terus minta duit, tukang parkir yang kurang penting keberadaannya seperti yang saya ceritakan tadi, anak-anak jalanan yg nge’lap’in kaca mobil (padahal bukannya membuat kaca mobil bersih malah tambah kotor karena lapnya jauh dari layak untuk dibilang bersih), dan masih banyak lagi contoh lainnya. Agak sulit juga kalau membicarakan masalah kemiskinan, karena kita juga tidak pernah tahu kapan Bangsa ini terlepas dari kemiskinan. Pastinya ada kemungkinan lain mengapa banyak pengemis, antara lain karena mereka malas bekerja keras, sudah mencari kerja tapi tidak kunjung dapat dan akhirnya putus asa, dll. Yah hanya merekalah yang tahu apa alasannya. Ironisnya lagi terkadang mereka bilang “dari pada nyuri mendingan minta” weleh2….ya pastinya pencuri meresahkan masyarakat, tapi apakah pengemis tidak meresahkan juga (walau masih mendingan, red). Semoga saja kedepannya jumlah pengemis dan kriminalitas menurun :) dan juga jangan lupa bahwa kita memiliki andil untuk berperan serta mengurangi pengangguran, yah buat yang sudah punya uang lebih kan bisa membuka tempat usaha. Jadi jangan melulu mencari kerja tapi perlu dibudayakan bahwa jika sudah memiliki uang maka membuka lapangan kerja lebih mulia (tidak apa walau pada awalnya kecil-kecilan) karena dapat membantu sesama.
Arsip untukInfo
Pengemis Terselubung
Lebaran vs Mudik
Dari dulu lebaran selalu identik dengan mudik, walo saat lebaran ga semua orang mudik. Bentar lagi natal, idul adha, n tahun baru niy…..pasti banyak juga yang pulang walo ga akan se-rame saat idul fitri, yah wajar aja karena pasti liburnya ga akan selama seperti saat menjelang idul fitri. Ada cerita nih, udah agak lama sih kejadiannya setelah libur idul fitri kemarin. Saya sempat merasakan harus antri dan berdesak-desakan membeli karcis kapal penyebrangan Bakauheni-Merak, dan kebetulan saat itu saya pergi sendiri. Saya sempat mengamati orang-orang yang ikut antri bersama saya, pokoknya antrinya panjang banget ga tau berapa meter dan banyak orang-orang yang ga sabar pengen cepet-cepet kebagian karcis juga. Saya amati banyak orang yang mencoba berbuat curang dengan cara “titip” karcis dengan orang lain yang antriannya berada di depan, dan banyak juga loh yang mau dititipin gitu soalnya yang dititipin karcisnya dibayarin sama yang nitip. wah ga bener kan, saya sempat dititipi oleh beberapa orang, tapi saya menolak dengan halus, sebenernya pengen juga sih dibayarin tapi masak sih cuma gara-gara itu kita rela mengorbankan orang lain yang sudah lama antri dibelakang kita, kasian bangetkan mereka, pastinya mereka juga pengen cepet dapet karcis juga dan dengan kecurangan itu mereka lebih lama lagi ngantrinya karena harus nunggu kapal berikutnya. Untung aja saya kuat iman ya ga mau dititipin
Tapi ternyata tidak berhenti sampai disitu, pas saya sudah naik kapal cepat, tentunya harus dengan bersabar ngantri karcis, ada beberapa orang yang naik kapal cepat tanpa membeli karcis dan mirisnya lagi waktu tukang karcis nanyain karcis nya mereka hanya menyodorkan uang Rp 30.000,- dan parahnya lagi tuh uang di ambil sama tukang karcis trus langsung masuk kantong. Wah ga bener banget kan, ternyata banyak orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadi tanpa mempedulikan orang lain, dan ada petugas yang melakukan kecurangan seperti itu….ugh mau jadi apa Indonesia ini ya…padahal kan kalo ga dimulai dari hal-hal yang kecil bagaimana juga cara memulai hal-hal yang besar???
TEMBAKAU: BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN
Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada
tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini,
bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya merokok:
1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.
Ikan Lele vs Gempa Bumi
Saya terinspirasi untuk menulis ini karena seorang dosen saya. Saat itu beliau mengatakan bahwa di negara lain ikan lele dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi terjadinya gempa bumi, sedangkan di Indonesia banyak sekali terdapat ikan lele tapi…..
Nah,setelah itu saya ingat bahwa di negara Jepang ikan lele memang dapat digunakan mendeteksi terjadinya gempa. Pada zaman dahulu orang Jepang percaya dengan mitos bahwa dibawah tanah terdapat sebuah ikan lele raksasa, yang apabila ia bergerak maka akan menimbulkan guncangan (gempa bumi), bahkan ada beberapa sastra Jepang yang menyebutkan demikian, bahkan sampai saat ini masih ada yang percaya dengan mitos tersebut. Orang-orang Jepang dapat mengetahui bahwa gempa akan terjadi bila ikan lele menunjukkan perilaku yang aneh. Ikan lele cenderung untuk hidup di perairan begian bawah, tetapi bila akan terjadi gempa mereka menunjukkan perilaku yang berbeda, diantaranya mereka naik ke permukaan air, keluar dari habitat mereka, dan mereka menggelepar-gelepar. Makanya tidak aneh bila akan terjadi gempa ikan lele mudah sekali ditangkap, apabila biasanya sulit sekali untuk mendapatkannya maka akan menjadi mudah untuk menangkapnya dan hasil tangkapanpun banyak. Koq bisa gitu ya….menurut analisis ilmiah ikan lele kan hidupnya cenderung dibawah atau menempel dengan substrat, jadi dia sangat peka sekali dengan getaran-getaran ringan yang terjadi dibawah tanah, sehingga sebelum terjadi gempa ia sudah dapat merasakan lebih dahulu, makanya dia berperilaku aneh dan berusaha untuk menjauhi substratnya. Wah, jadi untung dong ya para penangkap ikan lele sebelum gempa terjadi, tapi kalau setelah itu benar-benar terjadi gempa gimana…sama saja bohong dong, tuh ikan lele mau dikemanakan?! Cepat-cepat dimasak aja kali ya, buat makan waktu ngungsi
Eh mungkin ga ya suatu saat nanti ikan lele menjadi alat pendeteksi gempa utama???
