Arsip untukCurhat

Training Berkesan

Beberapa waktu yang lalu, aku dikirim untuk training kerja. Seperti biasa bila ada training maka aku akan menginap disebuah hotel, begitupun saat itu aku menginap disebuah hotel. Awalnya aku merasa sepi karena hanya satu orang teman training yang kutemui, tapi ternyata yang lain baru menyusul datang pada malam hari. Ini adalah trainingku yang kedua setelah aku dipindah tugaskan ke sebuah kota, yaitu kotanya laskar pelangi. Pada training kali ini aku merasa sangat senang sekali karena teman2 trainingku baik2 sekali, rasa kekeluargaan kami sangat besar. Setiap hari kami selalu makan bersama, jalan2 bersama, belanja bersama…dan yang membuat aku salut, kami tidak pernah saling meninggalkan…pernah suatu ketika ada teman kita yang terpisah, maka kami segera membentuk beberapa kelompok untuk mencarinya, padahal orang yang disangka hilang tidak merasa hilang karena ternyata dia sedang asyik memilihkan buku untuk anaknya J Aku merupakan salah satu penunjuk jalan, karena kebetulan aku pernah tinggal lama di ibukota tercinta ini. Pertemanan yang sangat menyentuh bagiku, kami saling berbagi pengalaman hidup, hal yang sangat jarang ditemui dlm training2 biasanya. Karakter kami yang berbeda2pun menjadi sangat unik ketika kami bersama. Bagiku ini adalah training yang sangat berkesan sekali. Dari sana aku banyak belajar tentang arti kehidupan dan keluarga, maklum aku yang paling kecil J dan teman2ku rata2 sudah menikah, jd mereka banyak bercerita tentang beratnya perjuangan hidup mereka dan betapa beratnya menjaga keutuhan keluarga. Training yang sangat menyenangkan, sampai diakhir  pertemuan ketika training berakhir membuatku sedih dan berat untuk berpisah dgn mereka. Namun hingga kini kami masih menjalin komunikasi yang baik. Aku berharap suatu saat nanti kami bisa training lagi bersama2.

Ga Penting Banget!

Wah,bener2 niy…tingkat 4 harus tegar n ga boleh cengeng :) dan terkadang saat kita butuh temen kenyataannya kt harus sendiri..

Kenangan Indah yang Pernah Ada

Tak terasa setahun berjalan begitu cepat, begitu banyak kejadian yang terjadi, begitu banyak suka dan duka yang dirasakan, begitu banyak pula cerita indah di BEM-KM IPB. Rasanya baru kemarin dilantik, ternyata seminggu lagi sudah harus mengakhiri kepengurusan ini. Selama saya dan teman-teman yang lain berkiprah di BEM-KM mungkin banyak dari teman-teman mahasiswa lain yang bertanya-tanya apa yang telah kami lakukan selama ini. Begitu banyak program kerja yang kami jalankan, begitu banyak pula publikasi yang kami siarkan. Namun tetap saja ada mahasiswa yang sama sekali tidak tahu program yang kami laksanakan, sebagian mengatakan banyak manfaat yang mereka rasakan, dan sebagian lagi mengatakan kami tidak merasakan apa-apa dari kehadiran BEM-KM. Semua itu benar, ada yang merasakan banyak manfaat dari kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan tapi ada pula yang tidak merasakan hal tersebut. Tidak ada yang salah….semua orang memiliki pribadi masing-masing, ada yang peduli dan ikut serta, ada yang tahu tanpa ingin terlibat didalamnya, bahkan ada yang cuex dan merasa tidak perlu tahu hal tersebut. Yang peduli dan ikut serta mungkin akan banyak terlibat dan merasakan manfaat adanya sebuah organisasi, yang hanya sekedar tahu…yah setidaknya ia tahu program yang berjalan, dan yang tidak peduli wajar saja tidak merasa mendapat manfaatnya. Selama ini banyak hal yang kami lakukan, yah semua itu mungkin tak tampak, tapi kami merasakan bagaimana harus mencurahkan dana, tenaga, dan pikiran. Kami pernah merasakan itu,,,sekarang tertinggal kenangan indah yang pernah kami alami, tertinggal banyak pengalaman yang karenanya kami jadi belajar, belajar untuk bertanggung-jawab, belajar untuk mengerti, belajar untuk bersabar, belajar untuk ikhlas, dan belajar untuk menerima kritik walau terkadang menyakitkan,,,tapi dari semua itu kita bisa mengambil hikmah…dan satu hal lagi bahwa Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu tahu apa yang dilakukan hamba-Nya.

Amanah yang Hampir Selesai

Apa yang ada dipikiran seseorang bila mendengar kata “pengajar”, baik itu guru, dosen, asisten, atau yang lainnya??? … continue reading this entry.

Kenapa Marah ??!

Ini terjadi dua hari yang lalu, tepatnya hari senin… Saya ke kampus jam 7 pagi, masih banyak bibi yang bersih-bersih di kampus. Rencananya sih mau ke lab mosi di lantai 4, mempersiapkan materi praktikum dpdp, tapi ternyata pintu lab belum dibuka, terpaksa deh menunggu mas Dedi karena dia yang bawa kuncinya, yah…mungkin saya yang kepagian atau mas Dedi yang kesiangan :) Pukul 08.00, praktikum dpdp dimulai dan berakhir pukul 09.45. Setelah selesai nge-asistenin saya langsung ke lantai satu karena ada jadwal kuliah ekonomi pariwisata pukul 10.00. Tidak lama menunggu dosenpun datang, saat dosen mulai masuk teman-teman masih pada ngobrol (saya tidak loh), entah apa yang diceritakan yang pasti tidak ada hubungannya dengan mata kuliah ini. Selang beberapa menit mengajar dosen keluar kelas setelah berkata “Saya keluar”…spontan teman-teman pada diam, tapi apa boleh buat dosen tetap keluar. Siapa yang salah hayo??! Teman-teman juga sih ya, mereka kurang bisa menghargai orang lain yang sedang berbicara di depan. Yah kesabaran orang ada batasnya kan? Setelah saya analisis memang setiap minggunya teman-teman terlalu sering berbicara saat kuliah telah dimulai, dan kemarin lusa dosennya sudah sebal sekali kali ya. Akhirnya teman-teman yang merasa ngobrol datang ke kantor dosen tersebut dan meminta maaf atas perbuatannya. Yah, kejadian ini bisa jadi pengalaman, ambil saja hikmahnya…dengan begini semoga teman-teman bisa lebih menghargai orang lain yang sedang berbicara. Lagian coba kalau kita yang lagi berbicara dan tidak didengarkan, tersinggung ga seh?! Lagi pula yang rugi juga siapa kalau tidak mendengarkan, lha wong dikasih ilmu kok ya ga mau…piye to…?!