Dari dulu lebaran selalu identik dengan mudik, walo saat lebaran ga semua orang mudik. Bentar lagi natal, idul adha, n tahun baru niy…..pasti banyak juga yang pulang walo ga akan se-rame saat idul fitri, yah wajar aja karena pasti liburnya ga akan selama seperti saat menjelang idul fitri. Ada cerita nih, udah agak lama sih kejadiannya setelah libur idul fitri kemarin. Saya sempat merasakan harus antri dan berdesak-desakan membeli karcis kapal penyebrangan Bakauheni-Merak, dan kebetulan saat itu saya pergi sendiri. Saya sempat mengamati orang-orang yang ikut antri bersama saya, pokoknya antrinya panjang banget ga tau berapa meter dan banyak orang-orang yang ga sabar pengen cepet-cepet kebagian karcis juga. Saya amati banyak orang yang mencoba berbuat curang dengan cara “titip” karcis dengan orang lain yang antriannya berada di depan, dan banyak juga loh yang mau dititipin gitu soalnya yang dititipin karcisnya dibayarin sama yang nitip. wah ga bener kan, saya sempat dititipi oleh beberapa orang, tapi saya menolak dengan halus, sebenernya pengen juga sih dibayarin tapi masak sih cuma gara-gara itu kita rela mengorbankan orang lain yang sudah lama antri dibelakang kita, kasian bangetkan mereka, pastinya mereka juga pengen cepet dapet karcis juga dan dengan kecurangan itu mereka lebih lama lagi ngantrinya karena harus nunggu kapal berikutnya. Untung aja saya kuat iman ya ga mau dititipin
Tapi ternyata tidak berhenti sampai disitu, pas saya sudah naik kapal cepat, tentunya harus dengan bersabar ngantri karcis, ada beberapa orang yang naik kapal cepat tanpa membeli karcis dan mirisnya lagi waktu tukang karcis nanyain karcis nya mereka hanya menyodorkan uang Rp 30.000,- dan parahnya lagi tuh uang di ambil sama tukang karcis trus langsung masuk kantong. Wah ga bener banget kan, ternyata banyak orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadi tanpa mempedulikan orang lain, dan ada petugas yang melakukan kecurangan seperti itu….ugh mau jadi apa Indonesia ini ya…padahal kan kalo ga dimulai dari hal-hal yang kecil bagaimana juga cara memulai hal-hal yang besar???
Arsip untukDesember, 2006
Lebaran vs Mudik
Kenangan Indah yang Pernah Ada
Tak terasa setahun berjalan begitu cepat, begitu banyak kejadian yang terjadi, begitu banyak suka dan duka yang dirasakan, begitu banyak pula cerita indah di BEM-KM IPB. Rasanya baru kemarin dilantik, ternyata seminggu lagi sudah harus mengakhiri kepengurusan ini. Selama saya dan teman-teman yang lain berkiprah di BEM-KM mungkin banyak dari teman-teman mahasiswa lain yang bertanya-tanya apa yang telah kami lakukan selama ini. Begitu banyak program kerja yang kami jalankan, begitu banyak pula publikasi yang kami siarkan. Namun tetap saja ada mahasiswa yang sama sekali tidak tahu program yang kami laksanakan, sebagian mengatakan banyak manfaat yang mereka rasakan, dan sebagian lagi mengatakan kami tidak merasakan apa-apa dari kehadiran BEM-KM. Semua itu benar, ada yang merasakan banyak manfaat dari kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan tapi ada pula yang tidak merasakan hal tersebut. Tidak ada yang salah….semua orang memiliki pribadi masing-masing, ada yang peduli dan ikut serta, ada yang tahu tanpa ingin terlibat didalamnya, bahkan ada yang cuex dan merasa tidak perlu tahu hal tersebut. Yang peduli dan ikut serta mungkin akan banyak terlibat dan merasakan manfaat adanya sebuah organisasi, yang hanya sekedar tahu…yah setidaknya ia tahu program yang berjalan, dan yang tidak peduli wajar saja tidak merasa mendapat manfaatnya. Selama ini banyak hal yang kami lakukan, yah semua itu mungkin tak tampak, tapi kami merasakan bagaimana harus mencurahkan dana, tenaga, dan pikiran. Kami pernah merasakan itu,,,sekarang tertinggal kenangan indah yang pernah kami alami, tertinggal banyak pengalaman yang karenanya kami jadi belajar, belajar untuk bertanggung-jawab, belajar untuk mengerti, belajar untuk bersabar, belajar untuk ikhlas, dan belajar untuk menerima kritik walau terkadang menyakitkan,,,tapi dari semua itu kita bisa mengambil hikmah…dan satu hal lagi bahwa Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu tahu apa yang dilakukan hamba-Nya.
