Arsip untukAgustus, 2006

Gua Cerme di Bantul Dekat Paris (Parangtritis)

Kalau lagi jalan-jalan ke Parangtritis jangan lupa mampir ke Gua Cerme, tapi bagi yang ga kuat jalan lama ya…mendingan ga usah deh. Di gua cerme ini kalian bakal merasakan sensasi yang luar biasa, cie…segitunya. Yah mungkin itu yang saya rasakan. Gua Cerme ini berada di daerah Bantul (itu loh yang kemarin kena gempa dan keadaannya benar-benar parah, pada umumnya banyak rumah yang roboh, bahkan saat hari H nyawa serasa tak ada harganya, banyak korban jiwa yang ditaruh dipinggir jalan dan hanya ditutupi daun pisang, banyak yang luka parah mulai dari patah tangan, kaki, pecah kepala dan yang lainnya….lho koq jadi cerita itu ya, balik lagi ke fokus awal). Pintu masuknya sih dari Bantul, tapi menurut keterangan dari penjaga gua pintu keluarnya ada di daerah Gunung Kidul. Jadi retribusinyapun dibagi antara dua daerah ini. Katanya sih lumayan ramai lho pengunjungnya tapi saat saya kesana sepi sekali, mungkin pengaruh pasca gempa jadi masih banyak yang takut ke tempat-tempat yang beresiko seperti itu, kebayang dunks jika tiba-tiba gempa dan gua runtuh maka kita akan terkubur didalamnya. … continue reading this entry.

Merapi Tetangga Merbabu

Wah..liburan kemarin memang benar-benar seru. Pada liburan semester genap ini saya berkesempatan bermain ke lereng gunung Merbabu dan Merapi (27 Juli 2006). Saya tinggal di Yogyakarta dan untuk menuju merapi dan merbabu (Merapi dan Merbabu tetanggaan) diperlukan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam menggunakan sepeda motor. Saya senang sekali bisa sampai kesana :) diantara gunung Merapi dan Merbabu, padahal dari rumah saya hanya bisa melihat keagungannya dari jauh. Saya semakin mengakui kebesaran ciptaan Nya, betapa sempurna….dan saya merasa sangat kecil dihadapan Nya. Saat di lereng Merapi kurang 2 km lagi sampai di puncak gunung Merapi, tapi berhubung keadaan merapi yang sedang “ngambek” dan sulit di prediksi maka saya urungkan niat untuk sampai ke puncak merapi, yah next time kali ya…tapi perlu diketahui disini saya kesana tidak untuk menemui “Mbah Marijan”,ha..ha… Jadi saya sempat mengitari merapi (jalan berangkat dengan pulang beda). Pulangnya kemalaman, wajar saja saya berangkat dari Yogyakarta jam 2 siang dan disanapun lumayan lama…pas pulangnya serem banget :( , yah keadaan jalannya itu lho, gelap sekali dengan didukung kabut tebal serta tidak ada penerangan jalan, jadi naik motor saat itu sangat beresiko selip dikit bisa masuk jurang deh…salah sendiri juga sih jalan kesana tanpa memperhitungkan waktu dengan baik. Alhamdulilah sampai juga di Yogyakarta jam 9 malam..ugh yokatta. Seneng bisa sampai sana….ada yang berminat main kesana?! tentunya dengan perhitungan waktu yang baik yaa…