Training Berkesan

Beberapa waktu yang lalu, aku dikirim untuk training kerja. Seperti biasa bila ada training maka aku akan menginap disebuah hotel, begitupun saat itu aku menginap disebuah hotel. Awalnya aku merasa sepi karena hanya satu orang teman training yang kutemui, tapi ternyata yang lain baru menyusul datang pada malam hari. Ini adalah trainingku yang kedua setelah aku dipindah tugaskan ke sebuah kota, yaitu kotanya laskar pelangi. Pada training kali ini aku merasa sangat senang sekali karena teman2 trainingku baik2 sekali, rasa kekeluargaan kami sangat besar. Setiap hari kami selalu makan bersama, jalan2 bersama, belanja bersama…dan yang membuat aku salut, kami tidak pernah saling meninggalkan…pernah suatu ketika ada teman kita yang terpisah, maka kami segera membentuk beberapa kelompok untuk mencarinya, padahal orang yang disangka hilang tidak merasa hilang karena ternyata dia sedang asyik memilihkan buku untuk anaknya J Aku merupakan salah satu penunjuk jalan, karena kebetulan aku pernah tinggal lama di ibukota tercinta ini. Pertemanan yang sangat menyentuh bagiku, kami saling berbagi pengalaman hidup, hal yang sangat jarang ditemui dlm training2 biasanya. Karakter kami yang berbeda2pun menjadi sangat unik ketika kami bersama. Bagiku ini adalah training yang sangat berkesan sekali. Dari sana aku banyak belajar tentang arti kehidupan dan keluarga, maklum aku yang paling kecil J dan teman2ku rata2 sudah menikah, jd mereka banyak bercerita tentang beratnya perjuangan hidup mereka dan betapa beratnya menjaga keutuhan keluarga. Training yang sangat menyenangkan, sampai diakhir  pertemuan ketika training berakhir membuatku sedih dan berat untuk berpisah dgn mereka. Namun hingga kini kami masih menjalin komunikasi yang baik. Aku berharap suatu saat nanti kami bisa training lagi bersama2.

Pengemis Terselubung

Maraknya tukang parkir dijalan bukan lagi sesuatu hal yang aneh. Ada faktor positif dan negatif dari adanya tukang parkir jalanan ini. Sebenarnya tukang parkir akan sangat membantu bilamana tempat antara parkir dan tujuan lumayan jauh dan menyebabkan kita kesulitan untuk mengontrol kendaraan…namun saat ini banyak sekali tukang parkir yang ‘ngetem’ persis didepan tujuan, misalnya di warung-warung makan pinggir jalan…sebenarnya lebih tepat dibilang tenda pinggir jalan. Nah tukang parkir macam ini nih yang kurang penting keberadaannya. Bahkan terkadang orangnya tidak turun dari kendaraanpun tetap saja diminta duit parkirnya, weleh2…entah ga tau malu atau daripada lapar :D Memang jaman sekarang tambah banyak saja pengemis yang caranya lebih halus…misalnya pengamen yang cuma nyanyi tidak sampai satu bait lagu terus minta duit, tukang parkir yang kurang penting keberadaannya seperti yang saya ceritakan tadi, anak-anak jalanan yg nge’lap’in kaca mobil (padahal bukannya membuat kaca mobil bersih malah tambah kotor karena lapnya jauh dari layak untuk dibilang bersih), dan masih banyak lagi contoh lainnya. Agak sulit juga kalau membicarakan masalah kemiskinan, karena kita juga tidak pernah tahu kapan Bangsa ini terlepas dari kemiskinan. Pastinya ada kemungkinan lain mengapa banyak pengemis, antara lain karena mereka malas bekerja keras, sudah mencari kerja tapi tidak kunjung dapat dan akhirnya putus asa, dll. Yah hanya merekalah yang tahu apa alasannya. Ironisnya lagi terkadang mereka bilang “dari pada nyuri mendingan minta” weleh2….ya pastinya pencuri meresahkan masyarakat, tapi apakah pengemis tidak meresahkan juga (walau masih mendingan, red). Semoga saja kedepannya jumlah pengemis dan kriminalitas menurun :) dan juga jangan lupa bahwa kita memiliki andil untuk berperan serta mengurangi pengangguran, yah buat yang sudah punya uang lebih kan bisa membuka tempat usaha. Jadi jangan melulu mencari kerja tapi perlu dibudayakan bahwa jika sudah memiliki uang maka membuka lapangan kerja lebih mulia (tidak apa walau pada awalnya kecil-kecilan) karena dapat membantu sesama.

Gabung lagie..

Duh…dah lamaaaa sekali ga isi blogku.
Mau aktif lg ah…
Oh iya tks bwt tmnku (Luthfi,red).

Lebih milih mana…

Pada saat kita akan meninggalkan bangku kuliah alias mau lulus…lebih spesialnya, lagi nyusun skripsi. Mana yang lebih menjadi pilihan; duluan lulus, duluan nganggur, duluan dapat kerja atau lulus sedikit tertunda, tapi saat lulus langsung dapat kerja??

Ga Penting Banget!

Wah,bener2 niy…tingkat 4 harus tegar n ga boleh cengeng :) dan terkadang saat kita butuh temen kenyataannya kt harus sendiri..

Lebaran vs Mudik

Dari dulu lebaran selalu identik dengan mudik, walo saat lebaran ga semua orang mudik. Bentar lagi natal, idul adha, n tahun baru niy…..pasti banyak juga yang pulang walo ga akan se-rame saat idul fitri, yah wajar aja karena pasti liburnya ga akan selama seperti  saat menjelang idul fitri.  Ada cerita nih, udah agak lama sih  kejadiannya  setelah libur idul fitri kemarin.  Saya sempat merasakan harus antri dan berdesak-desakan membeli karcis kapal penyebrangan Bakauheni-Merak, dan kebetulan saat itu saya pergi sendiri. Saya sempat mengamati orang-orang yang ikut antri bersama saya,  pokoknya antrinya panjang banget  ga tau berapa meter dan banyak orang-orang yang ga sabar pengen cepet-cepet kebagian karcis juga.  Saya amati banyak orang yang mencoba berbuat curang dengan cara “titip” karcis dengan orang lain yang antriannya berada di depan, dan banyak juga loh yang mau dititipin gitu soalnya yang dititipin karcisnya dibayarin sama yang nitip. wah ga bener kan, saya sempat dititipi oleh beberapa orang, tapi saya menolak dengan halus, sebenernya pengen juga sih dibayarin tapi masak sih cuma gara-gara itu kita rela mengorbankan  orang lain yang sudah lama antri dibelakang kita, kasian bangetkan mereka, pastinya mereka juga pengen cepet dapet karcis juga dan dengan kecurangan itu mereka lebih lama lagi ngantrinya karena harus nunggu kapal berikutnya. Untung aja saya kuat iman ya ga mau dititipin :) Tapi ternyata tidak berhenti sampai disitu, pas saya sudah naik kapal cepat, tentunya harus dengan bersabar ngantri karcis, ada beberapa orang yang naik kapal cepat tanpa membeli karcis dan mirisnya lagi waktu tukang karcis nanyain karcis nya mereka hanya menyodorkan uang Rp 30.000,-  dan parahnya lagi tuh uang di ambil sama tukang karcis trus langsung masuk kantong. Wah ga bener banget kan, ternyata banyak orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadi tanpa mempedulikan orang lain, dan ada petugas yang melakukan kecurangan seperti itu….ugh mau jadi apa Indonesia ini ya…padahal kan kalo ga dimulai dari hal-hal yang kecil bagaimana juga cara memulai hal-hal yang besar???

Kenangan Indah yang Pernah Ada

Tak terasa setahun berjalan begitu cepat, begitu banyak kejadian yang terjadi, begitu banyak suka dan duka yang dirasakan, begitu banyak pula cerita indah di BEM-KM IPB. Rasanya baru kemarin dilantik, ternyata seminggu lagi sudah harus mengakhiri kepengurusan ini. Selama saya dan teman-teman yang lain berkiprah di BEM-KM mungkin banyak dari teman-teman mahasiswa lain yang bertanya-tanya apa yang telah kami lakukan selama ini. Begitu banyak program kerja yang kami jalankan, begitu banyak pula publikasi yang kami siarkan. Namun tetap saja ada mahasiswa yang sama sekali tidak tahu program yang kami laksanakan, sebagian mengatakan banyak manfaat yang mereka rasakan, dan sebagian lagi mengatakan kami tidak merasakan apa-apa dari kehadiran BEM-KM. Semua itu benar, ada yang merasakan banyak manfaat dari kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan tapi ada pula yang tidak merasakan hal tersebut. Tidak ada yang salah….semua orang memiliki pribadi masing-masing, ada yang peduli dan ikut serta, ada yang tahu tanpa ingin terlibat didalamnya, bahkan ada yang cuex dan merasa tidak perlu tahu hal tersebut. Yang peduli dan ikut serta mungkin akan banyak terlibat dan merasakan manfaat adanya sebuah organisasi, yang hanya sekedar tahu…yah setidaknya ia tahu program yang berjalan, dan yang tidak peduli wajar saja tidak merasa mendapat manfaatnya. Selama ini banyak hal yang kami lakukan, yah semua itu mungkin tak tampak, tapi kami merasakan bagaimana harus mencurahkan dana, tenaga, dan pikiran. Kami pernah merasakan itu,,,sekarang tertinggal kenangan indah yang pernah kami alami, tertinggal banyak pengalaman yang karenanya kami jadi belajar, belajar untuk bertanggung-jawab, belajar untuk mengerti, belajar untuk bersabar, belajar untuk ikhlas, dan belajar untuk menerima kritik walau terkadang menyakitkan,,,tapi dari semua itu kita bisa mengambil hikmah…dan satu hal lagi bahwa Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu tahu apa yang dilakukan hamba-Nya.

Gua Cerme di Bantul Dekat Paris (Parangtritis)

Kalau lagi jalan-jalan ke Parangtritis jangan lupa mampir ke Gua Cerme, tapi bagi yang ga kuat jalan lama ya…mendingan ga usah deh. Di gua cerme ini kalian bakal merasakan sensasi yang luar biasa, cie…segitunya. Yah mungkin itu yang saya rasakan. Gua Cerme ini berada di daerah Bantul (itu loh yang kemarin kena gempa dan keadaannya benar-benar parah, pada umumnya banyak rumah yang roboh, bahkan saat hari H nyawa serasa tak ada harganya, banyak korban jiwa yang ditaruh dipinggir jalan dan hanya ditutupi daun pisang, banyak yang luka parah mulai dari patah tangan, kaki, pecah kepala dan yang lainnya….lho koq jadi cerita itu ya, balik lagi ke fokus awal). Pintu masuknya sih dari Bantul, tapi menurut keterangan dari penjaga gua pintu keluarnya ada di daerah Gunung Kidul. Jadi retribusinyapun dibagi antara dua daerah ini. Katanya sih lumayan ramai lho pengunjungnya tapi saat saya kesana sepi sekali, mungkin pengaruh pasca gempa jadi masih banyak yang takut ke tempat-tempat yang beresiko seperti itu, kebayang dunks jika tiba-tiba gempa dan gua runtuh maka kita akan terkubur didalamnya. … continue reading this entry.

Merapi Tetangga Merbabu

Wah..liburan kemarin memang benar-benar seru. Pada liburan semester genap ini saya berkesempatan bermain ke lereng gunung Merbabu dan Merapi (27 Juli 2006). Saya tinggal di Yogyakarta dan untuk menuju merapi dan merbabu (Merapi dan Merbabu tetanggaan) diperlukan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam menggunakan sepeda motor. Saya senang sekali bisa sampai kesana :) diantara gunung Merapi dan Merbabu, padahal dari rumah saya hanya bisa melihat keagungannya dari jauh. Saya semakin mengakui kebesaran ciptaan Nya, betapa sempurna….dan saya merasa sangat kecil dihadapan Nya. Saat di lereng Merapi kurang 2 km lagi sampai di puncak gunung Merapi, tapi berhubung keadaan merapi yang sedang “ngambek” dan sulit di prediksi maka saya urungkan niat untuk sampai ke puncak merapi, yah next time kali ya…tapi perlu diketahui disini saya kesana tidak untuk menemui “Mbah Marijan”,ha..ha… Jadi saya sempat mengitari merapi (jalan berangkat dengan pulang beda). Pulangnya kemalaman, wajar saja saya berangkat dari Yogyakarta jam 2 siang dan disanapun lumayan lama…pas pulangnya serem banget :( , yah keadaan jalannya itu lho, gelap sekali dengan didukung kabut tebal serta tidak ada penerangan jalan, jadi naik motor saat itu sangat beresiko selip dikit bisa masuk jurang deh…salah sendiri juga sih jalan kesana tanpa memperhitungkan waktu dengan baik. Alhamdulilah sampai juga di Yogyakarta jam 9 malam..ugh yokatta. Seneng bisa sampai sana….ada yang berminat main kesana?! tentunya dengan perhitungan waktu yang baik yaa…

TEMBAKAU: BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada
tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini,
bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya merokok:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.

… continue reading this entry.

« Entri lama