Lebih milih mana…

Pada saat kita akan meninggalkan bangku kuliah alias mau lulus…lebih spesialnya, lagi nyusun skripsi. Mana yang lebih menjadi pilihan; duluan lulus, duluan nganggur, duluan dapat kerja atau lulus sedikit tertunda, tapi saat lulus langsung dapat kerja??

Ga Penting Banget!

Wah,bener2 niy…tingkat 4 harus tegar n ga boleh cengeng :) dan terkadang saat kita butuh temen kenyataannya kt harus sendiri..

Lebaran vs Mudik

Dari dulu lebaran selalu identik dengan mudik, walo saat lebaran ga semua orang mudik. Bentar lagi natal, idul adha, n tahun baru niy…..pasti banyak juga yang pulang walo ga akan se-rame saat idul fitri, yah wajar aja karena pasti liburnya ga akan selama seperti  saat menjelang idul fitri.  Ada cerita nih, udah agak lama sih  kejadiannya  setelah libur idul fitri kemarin.  Saya sempat merasakan harus antri dan berdesak-desakan membeli karcis kapal penyebrangan Bakauheni-Merak, dan kebetulan saat itu saya pergi sendiri. Saya sempat mengamati orang-orang yang ikut antri bersama saya,  pokoknya antrinya panjang banget  ga tau berapa meter dan banyak orang-orang yang ga sabar pengen cepet-cepet kebagian karcis juga.  Saya amati banyak orang yang mencoba berbuat curang dengan cara “titip” karcis dengan orang lain yang antriannya berada di depan, dan banyak juga loh yang mau dititipin gitu soalnya yang dititipin karcisnya dibayarin sama yang nitip. wah ga bener kan, saya sempat dititipi oleh beberapa orang, tapi saya menolak dengan halus, sebenernya pengen juga sih dibayarin tapi masak sih cuma gara-gara itu kita rela mengorbankan  orang lain yang sudah lama antri dibelakang kita, kasian bangetkan mereka, pastinya mereka juga pengen cepet dapet karcis juga dan dengan kecurangan itu mereka lebih lama lagi ngantrinya karena harus nunggu kapal berikutnya. Untung aja saya kuat iman ya ga mau dititipin :) Tapi ternyata tidak berhenti sampai disitu, pas saya sudah naik kapal cepat, tentunya harus dengan bersabar ngantri karcis, ada beberapa orang yang naik kapal cepat tanpa membeli karcis dan mirisnya lagi waktu tukang karcis nanyain karcis nya mereka hanya menyodorkan uang Rp 30.000,-  dan parahnya lagi tuh uang di ambil sama tukang karcis trus langsung masuk kantong. Wah ga bener banget kan, ternyata banyak orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadi tanpa mempedulikan orang lain, dan ada petugas yang melakukan kecurangan seperti itu….ugh mau jadi apa Indonesia ini ya…padahal kan kalo ga dimulai dari hal-hal yang kecil bagaimana juga cara memulai hal-hal yang besar???

Kenangan Indah yang Pernah Ada

Tak terasa setahun berjalan begitu cepat, begitu banyak kejadian yang terjadi, begitu banyak suka dan duka yang dirasakan, begitu banyak pula cerita indah di BEM-KM IPB. Rasanya baru kemarin dilantik, ternyata seminggu lagi sudah harus mengakhiri kepengurusan ini. Selama saya dan teman-teman yang lain berkiprah di BEM-KM mungkin banyak dari teman-teman mahasiswa lain yang bertanya-tanya apa yang telah kami lakukan selama ini. Begitu banyak program kerja yang kami jalankan, begitu banyak pula publikasi yang kami siarkan. Namun tetap saja ada mahasiswa yang sama sekali tidak tahu program yang kami laksanakan, sebagian mengatakan banyak manfaat yang mereka rasakan, dan sebagian lagi mengatakan kami tidak merasakan apa-apa dari kehadiran BEM-KM. Semua itu benar, ada yang merasakan banyak manfaat dari kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan tapi ada pula yang tidak merasakan hal tersebut. Tidak ada yang salah….semua orang memiliki pribadi masing-masing, ada yang peduli dan ikut serta, ada yang tahu tanpa ingin terlibat didalamnya, bahkan ada yang cuex dan merasa tidak perlu tahu hal tersebut. Yang peduli dan ikut serta mungkin akan banyak terlibat dan merasakan manfaat adanya sebuah organisasi, yang hanya sekedar tahu…yah setidaknya ia tahu program yang berjalan, dan yang tidak peduli wajar saja tidak merasa mendapat manfaatnya. Selama ini banyak hal yang kami lakukan, yah semua itu mungkin tak tampak, tapi kami merasakan bagaimana harus mencurahkan dana, tenaga, dan pikiran. Kami pernah merasakan itu,,,sekarang tertinggal kenangan indah yang pernah kami alami, tertinggal banyak pengalaman yang karenanya kami jadi belajar, belajar untuk bertanggung-jawab, belajar untuk mengerti, belajar untuk bersabar, belajar untuk ikhlas, dan belajar untuk menerima kritik walau terkadang menyakitkan,,,tapi dari semua itu kita bisa mengambil hikmah…dan satu hal lagi bahwa Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu tahu apa yang dilakukan hamba-Nya.

Gua Cerme di Bantul Dekat Paris (Parangtritis)

Kalau lagi jalan-jalan ke Parangtritis jangan lupa mampir ke Gua Cerme, tapi bagi yang ga kuat jalan lama ya…mendingan ga usah deh. Di gua cerme ini kalian bakal merasakan sensasi yang luar biasa, cie…segitunya. Yah mungkin itu yang saya rasakan. Gua Cerme ini berada di daerah Bantul (itu loh yang kemarin kena gempa dan keadaannya benar-benar parah, pada umumnya banyak rumah yang roboh, bahkan saat hari H nyawa serasa tak ada harganya, banyak korban jiwa yang ditaruh dipinggir jalan dan hanya ditutupi daun pisang, banyak yang luka parah mulai dari patah tangan, kaki, pecah kepala dan yang lainnya….lho koq jadi cerita itu ya, balik lagi ke fokus awal). Pintu masuknya sih dari Bantul, tapi menurut keterangan dari penjaga gua pintu keluarnya ada di daerah Gunung Kidul. Jadi retribusinyapun dibagi antara dua daerah ini. Katanya sih lumayan ramai lho pengunjungnya tapi saat saya kesana sepi sekali, mungkin pengaruh pasca gempa jadi masih banyak yang takut ke tempat-tempat yang beresiko seperti itu, kebayang dunks jika tiba-tiba gempa dan gua runtuh maka kita akan terkubur didalamnya. … continue reading this entry.

Merapi Tetangga Merbabu

Wah..liburan kemarin memang benar-benar seru. Pada liburan semester genap ini saya berkesempatan bermain ke lereng gunung Merbabu dan Merapi (27 Juli 2006). Saya tinggal di Yogyakarta dan untuk menuju merapi dan merbabu (Merapi dan Merbabu tetanggaan) diperlukan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam menggunakan sepeda motor. Saya senang sekali bisa sampai kesana :) diantara gunung Merapi dan Merbabu, padahal dari rumah saya hanya bisa melihat keagungannya dari jauh. Saya semakin mengakui kebesaran ciptaan Nya, betapa sempurna….dan saya merasa sangat kecil dihadapan Nya. Saat di lereng Merapi kurang 2 km lagi sampai di puncak gunung Merapi, tapi berhubung keadaan merapi yang sedang “ngambek” dan sulit di prediksi maka saya urungkan niat untuk sampai ke puncak merapi, yah next time kali ya…tapi perlu diketahui disini saya kesana tidak untuk menemui “Mbah Marijan”,ha..ha… Jadi saya sempat mengitari merapi (jalan berangkat dengan pulang beda). Pulangnya kemalaman, wajar saja saya berangkat dari Yogyakarta jam 2 siang dan disanapun lumayan lama…pas pulangnya serem banget :( , yah keadaan jalannya itu lho, gelap sekali dengan didukung kabut tebal serta tidak ada penerangan jalan, jadi naik motor saat itu sangat beresiko selip dikit bisa masuk jurang deh…salah sendiri juga sih jalan kesana tanpa memperhitungkan waktu dengan baik. Alhamdulilah sampai juga di Yogyakarta jam 9 malam..ugh yokatta. Seneng bisa sampai sana….ada yang berminat main kesana?! tentunya dengan perhitungan waktu yang baik yaa…

TEMBAKAU: BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada
tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini,
bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya merokok:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.

… continue reading this entry.

Amanah yang Hampir Selesai

Apa yang ada dipikiran seseorang bila mendengar kata “pengajar”, baik itu guru, dosen, asisten, atau yang lainnya??? … continue reading this entry.

Makan-makan…asyik!

Hari minggu kemarin saya dan teman-teman khususnya anak-anak BEM-KM dept Kominfo makan-makan di KFC ekalokasari, setelah itu sekalian cuci mata gitu, pokoknya seru deh…ya sekalian menambah keakraban di antara kita. Jadi sebenarnya acara ini di adakan oleh dept kominfo untuk merayakan ultah beberapa personil dept kominfo, tentunya yang ultah yang traktir…:) Yah, buat temen-temen kominfo semoga acara yang kita laksanakan itu bisa menambah motivasi dan semangat kita untuk kedepannya, amien… tetap semangat ya buat semuanya, jangan pernah berfikir yang kita lakukan sia-sia…biarlah Allah yang menilai semua usaha dan perbuatan kita. Katakan hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih, tiada kata jera dalam perjuangan. Hidup Mahasiswa!!!

Kenapa Marah ??!

Ini terjadi dua hari yang lalu, tepatnya hari senin… Saya ke kampus jam 7 pagi, masih banyak bibi yang bersih-bersih di kampus. Rencananya sih mau ke lab mosi di lantai 4, mempersiapkan materi praktikum dpdp, tapi ternyata pintu lab belum dibuka, terpaksa deh menunggu mas Dedi karena dia yang bawa kuncinya, yah…mungkin saya yang kepagian atau mas Dedi yang kesiangan :) Pukul 08.00, praktikum dpdp dimulai dan berakhir pukul 09.45. Setelah selesai nge-asistenin saya langsung ke lantai satu karena ada jadwal kuliah ekonomi pariwisata pukul 10.00. Tidak lama menunggu dosenpun datang, saat dosen mulai masuk teman-teman masih pada ngobrol (saya tidak loh), entah apa yang diceritakan yang pasti tidak ada hubungannya dengan mata kuliah ini. Selang beberapa menit mengajar dosen keluar kelas setelah berkata “Saya keluar”…spontan teman-teman pada diam, tapi apa boleh buat dosen tetap keluar. Siapa yang salah hayo??! Teman-teman juga sih ya, mereka kurang bisa menghargai orang lain yang sedang berbicara di depan. Yah kesabaran orang ada batasnya kan? Setelah saya analisis memang setiap minggunya teman-teman terlalu sering berbicara saat kuliah telah dimulai, dan kemarin lusa dosennya sudah sebal sekali kali ya. Akhirnya teman-teman yang merasa ngobrol datang ke kantor dosen tersebut dan meminta maaf atas perbuatannya. Yah, kejadian ini bisa jadi pengalaman, ambil saja hikmahnya…dengan begini semoga teman-teman bisa lebih menghargai orang lain yang sedang berbicara. Lagian coba kalau kita yang lagi berbicara dan tidak didengarkan, tersinggung ga seh?! Lagi pula yang rugi juga siapa kalau tidak mendengarkan, lha wong dikasih ilmu kok ya ga mau…piye to…?!

« Entri lama